Arsip Terkini

  • in

    MIMPI PEMIMPI(N)

    Penggembala tidak berjalan didepan, tapi di belakang gembalaannya. Dari belakanglah sang penggembala bisa membimbing dan mengawasi: apakah ternaknya berjalan dalam harmoni atau saling jegal? Berada di jalur yang benar atau keluar dari jalur? Masih menuju ke arah yang sama atau sebagian sudah berganti arah? Semua ini tak mungkin dilakukan bila dia berjalan di depan. Dia […] More

  • in

    ZIARAH DIRI

    Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Tak ada musuh dari luar, apapun bentuknya, yang mampu merusak diri seseorang melebihi dirinya sendiri. Bahkan, dari sudut pandang tertentu, hampir bisa dikatakan musuh dari luar itu tak pernah ada secara nyata. Iblis sekalipun, tak punya daya rusak terhadap manusia, kecuali dengan memanfaatkan fakultas-fakultas nafsu yang dimiliki manusia itu […] More

  • in

    TUJUH LANGIT DAN AGAMA CINTA (2)

    Bila iman mengisyaratkan arah mendekat dari manusia menuju Tuhan, maka pada tahap lanjut, sebagai pasangannya akan datang berita-berita dari Tuhan. Berita ini tentu saja bukan sembarang berita, tapi berita tentang kebenaran untuk dijalani manusia. Mulai dari yang dinamai sebagai ilham sampai yang tertinggi disebut wahyu. Meski hakikatnya hampir sama, namun masing-masing dianggap memiliki perbedaan bentuk, […] More

  • in

    TUJUH LANGIT DAN AGAMA CINTA (I)

    Saat mi’raj, Rasulullah melampaui tujuh langit. Sebagaimana dikabarkan lewat hadits, di setiap langit ada Nabi yang menemui beliau. Ada delapan Nabi yang disebut dalam peristiwa tersebut. Di langit pertama, beliau ditemui Nabi Adam alaihi salam. Di langit kedua, nabi Isa alaihi salam dan nabi Yahya alaihi salam. Di langit ketiga, nabi Yusuf alaihi salam. Di […] More

  • in

    MEMBACA ULANG HIJRAH

    Pemilihan momentum hijrah sebagai tonggak penanda perubahan sejarah ummat Islam, diam-diam sering menggiring kita untuk terjebak pada ‘bias-bias imaji sejarah’. Maksud saya begini: ketika kita membaca peristiwa hijrah ini dari perspektif ‘succes story’ yang kemudian mengikutinya, sangat mungkin kita justru tidak akan menangkap nuansa-nuansa makna hijrah itu sendiri. Apalagi bila kita membacanya dari sudut pandang […] More

  • in

    MULUT

    Di pengadilan akhirat, tak ada lembaga perwakilan. Semua akan bicara untuk dirinya sendiri. Bahkan mulut manusia pun dikunci untuk bicara mewakili organ-organ lain. Dia hanya boleh bicara untuk mewakili posisinya sendiri sebagai salah satu organ; sejajar dengan organ lain yang juga akan bicara dan memberi kesaksiannya sendiri. Masalahnya: di dunia ini mulut sudah begitu digdaya […] More

  • in

    DUPAK BUJANG

    Bicaralah menurut bahasa pendengar. Tentu, kita semua tahu aturan ini. Pesan tak mungkin diterima dengan baik bila pendengar tak memahami bahasa pemberi pesan. Tapi, dalam kenyataannya, orang selalu saja menemui kesulitan untuk serta merta mengaplikasikan aturan komunikasi paling sederhana ini. Meski tampak sederhana, persoalan ini segera menjadi rumit bila dihubungkan proses transmisi isi pesan itu […] More

  • in

    AKAL SAKIT

    Kalau konsisten dalam penggunaan bahasa, kecuali mempunyai istilah akal sehat, seharusnya kita juga mempunyai istilah akal sakit. Baiklah, mungkin akan ada yang mendebat: bukankah kita juga memiliki istilah rumah sakit tanpa pernah melawan-katakannya dengan rumah sehat, atau istilah sakit jiwa tanpa perlu lawan katanya sehat jiwa? Tapi, paling tidak dalam dua contoh ini -rumah sakit […] More

  • in

    ADU BENER

    Ada banyak hal yang bisa membuat kita terpingkal-pingkal, ada banyak hal yang bisa membuat kita berbasah-basah air mata; dan ada juga banyak hal yang bisa membuat kita terpingkal-pingkal sekaligus berurai air mata. Negeri kita penuh dengan hal-hal macam ini; berbuku-buku tak akan habis untuk menuliskannya. Rakyat kebanyakan sampai kebingungan mencatat peristiwa-peristiwa macam ini: akan dimasukkan […] More

  • in

    PERADABAN QABIL

    Kekerasan selalu membuat kita termangu. Setelah sedemikian panjang sejarah dilalui, setelah sedemikian banyak mutiara kebijakan digali; sepertinya manusia tak pernah bisa melepaskan diri dari daya tarik naluri ‘primitif’nya: berbahasa dengan idiom kekerasan untuk mencapai tujuan. Bayangkan, hampir tiap hari kita semua dipaksa menyaksikan reportoar komedi gelap kemanusiaan. Reportoar yang mempertontonkan dengan telanjang wajah peradaban kita: […] More